Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 November 2012

Psikologi Klinis


Mengingat Untuk Melupakan: Pengaruh Amnesic dari Melamun

Ketika pikiran Anda melayang mengingat kenangan lama ataupun sedang melamun, sulit untuk mengingat dan merasakan apa yang terjadi baru-baru ini. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa dampak tersebut akan terasa lebih kuat, ketika pikiran Anda melayang jauh, misalnya anda memikirkan kenangan liburan di luar negeri, saat pacaran dahulu, atau mengingat kenangan di masa lalu yang lebih lama telah terjadi.

Studi sebelumnya juga menemukan bahwa bila pikiran anda melayang dan melamun memikirkan kenangan masa lalu, akan memblok akses pada ingatan yang baru masuk. Peneliti psikologi, Peter F. Delaney dan Lili Sahakyan dari University of North Carolina at Greensboro;dan Colleen M. Kelley dan Carissa A. Zimmerman dari Florida State University ingin mengetahui apakah isi dari lamunan dapat mempengaruhi kita dalam mengakses memori yang baru masuk.
Dalam penelitian ini, masing-masing peserta melihat sebuah daftar kata-kata yang muncul di layar komputer, satu per satu. Kemudian mereka diminta untuk berpikir tentang rumah (di mana dan apa yang mereka telah lakukan pagi tadi) atau memikirkan apa yang mereka lakukan seminggu lalu.
Selanjutnya, peserta ditunjukkan daftar kata-kata kedua. Pada akhir tes, mereka harus mengingat kata-kata dari dua daftar tersebut sebanyak mungkin. Hasil menunjukkan, mereka yang mengingat daftar kedua lebih banyak mengingat kata-kata tersebut dibandingkan dengan daftar pertama.
Studi ini dipublikasikan dalam Psychological Science dikutip dari Science Daily, sebuah jurnal dari Association for Psychological Science.
Salah satu aplikasi praktis dari penelitian ini, bagi orang yang ingin melupakan sesuatu. Jika ada sesuatu yang tidak ingin Anda ingat dan rasakan, lebih baik mengingat sebuah kenangan masa lalu Anda. Cobalah untuk menempatkan kenangan masa lalu itu dari pikiran Anda untuk sementara. Ini dapat membantu Anda merasakan seperti apa yang Anda rasakan ketika berada dalam situasi itu.

Jumat, 26 Oktober 2012

Cabang dan Hubungan Ilmu psikologi

Cabang – cabang dari ilmu psikologi antara lian ada enam cabang, yaitu :

1.      Psikologi Sosial
Cabang ilmu psikologi memilki 3 lingkup studi yaitu :
    • Studi yang mempelajari tentang pengaruh sosial terhadap proses mental duatu individu seperti studi tentang sifat (atribusi), motivasi dan juga persepsi
    • Studi yang mempelajari tentang proses – proses individual yang dilakukan bersama atau dalam suatu kelompok seperti bahasa, perilaku meniru dan sikap sosial
    • Studi yang mempelajari suatu interaksi dalam kelompok seperti kepemimpinan, kerjasama, persaingan dan konflik
2.      Psikologi Perkembangan
Adalah suatu cabang ilmu psikologi yang mempelajari proses perkembangan manusia dan juga faktor – fkator yang mempengaruhi perilaku seseorang sejak dia lahir hingga berusia lanjut. Cabang psikologi yang satu ini sangat berkaitan dengan psikologi sosial dan psikologi kepribadian.
3.      Psikologi Klinis
Adalah cabang psikologi yang menerapkan psikologi untuk memhami dan memulihkan kembali keadaan psikologi seseorang ke dalam psikologi normal serta mencegah terjadinya perilaku abnormal.
4.      Psikologi Kerekayasaan
Yaitu suatu cabang ilmu psikologi yang mempelajari tentang hubungan antara manusia dan mesin guna meminimalisir adanya human error ketika menggunakan mesin.
5.      Psikologi Pendidikan
Yaitu suatu cabang psikologi yang mempelajari bagaimana suatu individu dalam melakukan kegiatan belajar dan juga meninjau keefektifan suatu cara pengajaran.Psikologi pendidikan sebenarnya merupakan perkembangan dan pengabungan antara psikologi sosial dan psikologi perkembangan
6.       Psikologi Industri dan Organisasi
Psikologi industri adalah ilmu psikologi yang difokuskan tentang bagaimana perkembangan, prediksi kinerja dan evaluasi kerja yang dilakukan seseorang.Sedangkan psikologi organisasi adalah ilmu psikologi yang mempalajari bagaimana sebuah organisasi dalam berinteraksi dan mempengaruhi para anggotanya.       

Hubungan Psikologi dengan Ilmu Lain

·         Apa hubungan psikologi dengan sosiologi?
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku hubungan antar individu, dan antar individu dan kelompok dalam perilaku social. Melihat pengertian sosiologi jelas hubungan psikologi dan sosiologi amat erat. Lalu seiring berjalannya waktu kita lebih mudah mengatakan psikologi social karena kita melihat hubungan yang erat antar kedua ilmu tsb. Namun psikolog social ternyata berbeda dengan psikologi dan sosiologi. Perbedaannya psikologi social mempelajari tingkah laku/perilaku individu untuk berinteraksi dengan lingkungannya, objeknya pada individu tersebut. Psikologi dan Sosiologi sama- sama mempelajari perilaku hubungan antar individu. Jadi psikologi sangat erat hubungannya dengan sosiologi.

·         Apa hubungan psikologi dengan antropologi?
Menurut kamus Bahasa Indonesia, antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang asal- usul manusia, kepercayaannya, bentuk fisik, warna kulit, dan budayanya di masa silam. Karena eratnya hubungan psikologi dan antropologi sehingga muncullah sub ilmu yang salah satunya bernama anthropology in mental health, pada sub ilmu ini sangat terlihat bahwa psikologi dan antropologi saling terkait, seperti contoh bahwa penyakit jiwa tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh kelainan biologis namun juga oleh emosi atau mental yang tertekan sehingga membuat orang tersebut mengalami penyakit jiwa, keadaan jiwa manusia itu tergantung pada aspek- aspek social budaya. Disini terlihat bahwa antara psikologi dan antropologi saling terkait.

·         Apa hubungan psikologi dengan politik?
Mungkin dalam pikiran kita, penuh tanda tanya… lho apa hubungannya psikologi dengan politik? Ternyata psikologi ada hubungannya dengan psikologi dengan politik, dalam hal ini yang banyak hubungannya dengan politik adalah psikologi social, dalam hal politik psikologi berfungsi untuk memahami perilaku para pelaku politik agar dapat bersosialisasi dengan masyarakat dengan baik juga untuk memperlihatkan sikap atau respon yang diberikan oleh masyarakat sehingga pelaku politik bisa mempelajarinya agar pelaku politik dapat member yang terbaik kepada masyarakat. Sikap yang ditunjukkan oleh para masyarakat terhadap para pelaku politik inilah yang diuraikan psikologi social.

·         Apa hubungan psikologi dengan ilmu komunikasi?
Hubungan psikologi dengan ilmu komunikasi mungkin hampir sama dengan psikologi social, karena dalam hal ini komunikasi mempelajari peristiwa social yang terjadi ketika manusia melakukan interaksi pada lingkungannya. Sehingga disini terlihat jelas bahwa erat hubungan antara psikologi dan ilmu komunikasi, yaitu pada intinya mempelajari interaksi manusia kepada lingkungannya.

·         Apa hubungan psikologi dengan biologi?
Dilihat secara objeknya, psikologi mempelajari tingkah laku manusia, sedangkan biologi mempelajari tentang jasmani/fisik. Disini jasmani/fisik sangat mempengaruhi kondisi psikis/tingkah laku manusia, sebagai contoh: apabila kita sedang sakit, maka kita akan cenderung menjadi pendiam karena badan kita lemas. Jadi psikologi dengan biologi juga hubungannya erat.

·         Apa hubungan psikologi dengan ilmu alam?
Kaitan psikologi dengan ilmu alam adalah pada tahun sebelumnya psikologi terbentuk sangat terpengaruh dengan ilmu alam. Namun kemudian psikologi menyadari bahwa objek pembelajarannya adalah manusia dan tingkah lakunya.

·         Apa hubungannya psikologi dengan filsafat..?
Filsafat adalah hasil akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran yang sedalam- dalamnya. Sebenarnya psikologi adalah salah satu bagian dari filsafat. Jadi psikologi dengan filsafat hubungannya sangat erat karena psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat.

·         Apa hubungan psikologi dengan ilmu pendidikan?
Psikologi dan ilmu pendidikan adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pendidikan atau proses belajar mengajar akan baik apabila seorang guru mengerti keadaan psikis setiap anak melalui respon maupun perkembangan pola pikir anak tsb

Kamis, 25 Oktober 2012

Definisi dan Sejarah Psikologi



Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Defenisi ini membuat psikologi bergeser dari yang mempelajari jiwa ke penelitian tingkah laku. Ini dapat dilihat dari sejarah psikologi dari awal (dari masa Yunani) sampai masa sekarang.
Defenisi psikologi selalu tergeser, sehingga mempengaruhi metodologi perkembangannya disetiap waktu dan tempat. Bahkan perbedaan ini yang memunculkan aliran psikologi yang beragam. Perkembangan psikologi terakhir yang kontemporer dengan pendekaatan Indegeneous (kearifan local) maupun studi lintas budaya (Cros Cultur Psychology) ataupun karakteristik individual (Positive Psychology).
Defenisi Menurut Beberapa Tokoh: 
  1. Wilhelm Wundt: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari kesaradan Manusi
  2. Woodworth dan Marquis: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, yang terlihat maupun yang tidak telihat meliputi aktivitas fisik, emosional, dan berpikir. 
  3. Fieldman: Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku dan proses mental.
  4. Clifford T. Morgan: Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang memeplajari perilaku manusia dan hewan.
  5. Gardner Murpgy: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya. 
  6. Kamus Psikologi (Chaplin): Psychology as a science (psikologi sebagai suatu ilmu pengetahuan) adalah ilmu mengenai tingkah laku manusia dan binatang; studi mengenai organisme dalam segala variasi dan kompleksitasnya, untuk bereaksi terhadap perubahan yang terus menerus dan aliran dari kejadian-kejadian fisik/ragawi dan peristiwa-peristiwa sosial yang menyusun lingkungannya.
Sejarah Psikologi
Dilihat dari sejarah, psikologi sudah berkembang sejak berabad-abad yang lalu bahkan sebelum masehi (Zaman Yunani) sampai sekarang. Ini dilihat dari sejarah bahwa psikologi yang dimaksud adalah pembahasan tentang jiwa manusia. Bahkan di dalam kitab setiap agama kita akan mendapati istilah psikologi (jiwa). Sehingga sejarah psikologi bisa dilihat dari sudut ini pula. Tetapi sekarang, kita akan membahas sejarah psikologi dengan membahas pembabakan sejarahnya sesuai dengan perkembangan ilmu zaman itu. Sebagai catatan bahwa ilmu psikologi modern tidak bias dipisahkan dengan sejarahnya di Filsafat. Sebagian ahli berpendapat bahwa psikologi berkembang dari ilmu filsafat yang memisahkan diri sebagai ilmu mandiri.
Sejarah Perkembangan Psikologi di Indonesia
Di Indonesia perkembangan psikologi dimulai pada tahun 1953 yang dipelopori oleh Slamet Iman Santoso dengan mendirikan lembaga pendidikan psikologi pertama yang mandiri dan pada tahun 1960 lembaga tersebut sejajar dengan fakultas-fakultas lain di Universitas Indonesia dan kemudian dikembangkan di UNPAD dan UGM. Hingga sekarang, di seluruh Indonesia sudah berdiri puluhan Fakultas psikologi diberbagai universitas yang tersebar baik negeri maupun swasta. Satu keunikan dari Fakultas psikologi yang berkembang di Indoensia adalah tidak adanya jurusan seperti Fakultas-fakultas lain (jika psikologi berdiri sendiri sebagai Fakultas).
Walaupun memiliki sejarah yang jauh lebih pendek daripada keberadaan psikologi di negara-negara barat, namun kebutuhan akan adanya psikologi di indonesia sama besar dengan negara-negara barat lainnya. Sebagai negara berkembang, psikologi di indonesia di butuhkan dalam bidang kesehatan, bisnis, pendidikan, politik, permasalahan sosial dan lain-lain. seperti psikologi di barat yang memiliki sejarah yang rumit, begitu pula psikologi di indonesia. Tetapi psikologi di barat tidak selalu dapat di terapkan di indonesia, bahkan psikologi yang ada di indonesia belum tentu dapat berlaku pada etnik lainnya, misalnya standar IQ dari Wescsler-Bellevue yang berlaku di negara-nagara barat tidak berlaku umum di indonesia. Lebih lanjut lagi, standar yang berlaku bagi golongan etnik atau kelas sosial tertentu di indonesia belum tentu berlaku bagi golongan atau etnik lainnya.
Selain berbagai masalah di atas, indonesia juga menghadapi yang di hadapi oleh psikologi di barat. Asal-usul yang sangat luas, definisi yang bervariasi, teori dan metodologi yang saling bertentangan dan aplikasi yang sangat luas dan beragam adalah masalah-masalah yang juga di hadapi oleh para psikologi di indonesia, guru besar, staf pengajar, dan praktisi yang berbeda menggunakan pendekan, teori, dan metodologi yang berbeda pula dalam melihat dalam suatu masalah yang sama. Hal ini menimbulkan kebingungan pada masyarakat awam di mana masyarakat di indonesia belum dapat menerima psikologi sebagai suatu yang “umum”, yang dapat melihat suatu dari barbagai sudut pandang seperti halnya di negara-nagara barat, masyarakat di nindonesia masih cenderung mengharapkan psikologi sebagai suatu ilmu yang pasti yang dapat memberikan jawaban dan penyeleseian yang pasti bagi penyeleseian masalah seperti misalnya, ilmu kedokteran.
Belakangan ini kemajuan psikologi semakin pesat, ini terbukti dengan bermunculannya tokoh-tokoh baru, misalnya BF Skinner (pendekatan behavioristik), Maslow (teori aktualisasi diri) Roger Wolcott (teori belahan otak), Albert Bandura (social learning teory), Daniel Goleman (kecerdasan emosi), Howard Gadner (multiple intelligences) dan sebagainya. Dan perkembangan psikologi sekarang menuju psikologi yang kontemporer sesuai dengan perkembangan zaman, muncul teori-teori baru dan aliran-aliran baru seperti Psikologi Lintas Budaya (cross cultur psychology), Indegeneous Psychology (Psikologi Indgeneus), dan Psikologi Positif (Positive Psychology).